'Pemecahan rekor bukan sekadar mengejar popularitas atau sensasi, melainkan harus memiliki keterkaitan dengan keilmuan dan memberikan nilai edukasi bagi civitas akademika. gagasan pemecahan rekor MURI selalu dibicarakan dan dirancang bersama Rektor. Selain menjadi bagian dari branding institusi, setiap kegiatan yang diajukan diupayakan memiliki substansi yang sejalan dengan karakter dan bidang keilmuan universitas,' ujar Susiana.
Untuk Rekor MURI kelima, Universitas Abdurrab mengangkat konsep aktivitas fisik yang dikaitkan dengan kemampuan konsentrasi dan fungsi otak. Gagasan tersebut berawal dari perhatian terhadap pola konsentrasi generasi muda, termasuk mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan pengenalan kehidupan kampus.
Ia menyebut, dalam proses menyusun materi kepemimpinan dan pembelajaran, dirinya mempelajari berbagai penelitian mengenai hubungan antara aktivitas fisik, olahraga, konsentrasi dan kemampuan kognitif. Bagaimana Gen Z ini tingkat konsentrasinya di bawah delapan detik.
'Saya mencari penelitian tentang bagaimana dampak kalau kita bergerak dan olahraga terhadap kemampuan konsentrasi dan kecerdasan. Dari kajian tersebut muncul gagasan aktivitas fisik sederhana dapat diterapkan kepada mahasiswa dan civitas akademika tanpa membutuhkan biaya besar. Konsep itu selanjutnya dibawa ke bidang Fisioterapi Universitas Abdurrab. Tim kemudian mengembangkan bentuk gerakan yang dinilai lebih sesuai dengan karakter keilmuan dan tidak sekadar mengadopsi aktivitas yang sudah ada yang kemudian ditampilkan pada kegiatan pemecahan Rekor MURI ini,' ucapnya.
Menurutnya, gerakan sederhana yang dilakukan selama beberapa menit dapat berkaitan dengan sirkulasi darah dan suplai oksigen ke otak sehingga diharapkan membantu meningkatkan konsentrasi.
'Jadi selalu ada hubungan dengan ilmu pengetahuan,' tegasnya.
Bagi Universitas Abdurrab, Rekor MURI kelima akhirnya tidak ditempatkan sebagai tujuan akhir. Rekor tersebut menjadi bagian dari cara kampus memperkenalkan inovasi sekaligus membawa ilmu pengetahuan lebih dekat kepada mahasiswa dan masyarakat.
Rektor Universitas Abdurrab Prof. Susi Endrini, S.Si., M.Sc menegaskan setiap rekor yang dibuat tidak sekadar mengejar jumlah atau menjadi kegiatan seremonial. Setiap tema dirancang memiliki konsep dan keterkaitan dengan ilmu pengetahuan. Untuk tahun ini, tema yang diangkat berkaitan dengan aktivitas fisik dan neuroplasticity atau kemampuan otak beradaptasi melalui aktivitas dan rangsangan. Konsep tersebut kemudian dikemas dalam gerakan yang diperagakan mahasiswa baru dengan iringan musik Melayu.