Universitas Abdurrab melalui Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan (FFIK) melaksanakan Asesmen Lapangan Akreditasi Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes) untuk Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis (TLM). Kegiatan tersebut berlangsung selama empat hari, 28 September hingga 1 Oktober 2026.
Kegiatan asesmen lapangan diawali dengan acara pembukaan yang dilaksanakan di STCH Kampus 2 Universitas Abdurrab, Jalan Bakti, Pekanbaru, pada Senin, 28 September 2026. Kegiatan tersebut dihadiri pimpinan universitas, pimpinan fakultas, pengelola program studi, dosen, tenaga kependidikan, tim akreditasi, serta sejumlah unsur pendukung lainnya.
Dalam asesmen tersebut, LAM-PTKes menugaskan dua asesor, buk Herlisa Anggraini, SKM., M.Si.Med. dari Universitas Muhammadiyah Semarang dan Siti Fatimah, S.Si., M.Sc., Apt. dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Guna Bangsa Yogyakarta.
Kehadiran tim asesor menjadi bagian penting dalam proses evaluasi penyelenggaraan pendidikan Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis Universitas Abdurrab. Proses asesmen dilakukan melalui pemeriksaan dokumen, klarifikasi data, wawancara dengan berbagai unsur, serta peninjauan secara langsung terhadap sarana dan prasarana pendukung kegiatan akademik.
Rektor Universitas Abdurrab, Prof. Susi Endrini, S.Si., M.Sc., Ph.D dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada Tim Asesor LAM-PTKes.
Menurutnya, proses akreditasi bukan hanya berkaitan dengan pencapaian predikat akreditasi, tetapi juga merupakan bagian dari upaya membangun budaya mutu dan melakukan evaluasi secara berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi.
“Akreditasi bukan semata-mata kegiatan administratif, tetapi menjadi momentum bagi kita untuk melakukan evaluasi dan memastikan bahwa proses pendidikan yang kita laksanakan benar-benar memberikan mutu terbaik bagi mahasiswa dan lulusan,” ujar Prof. Susi.
Prof Susi menegaskan bahwa Universitas Abdurrab terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Khusus untuk Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis, menurutnya, peningkatan mutu diarahkan pada penguatan kompetensi lulusan, peningkatan kualitas pembelajaran, pengembangan sumber daya manusia, pemenuhan sarana dan prasarana, penguatan kerja sama, serta peningkatan kontribusi perguruan tinggi dalam bidang kesehatan.
Prof. Susi juga menyampaikan bahwa seluruh civitas akademika Universitas Abdurrab siap memberikan dukungan penuh terhadap proses asesmen dan berharap asesmen lapangan dapat berlangsung dengan baik sehingga rekomendasi yang diberikan Tim Asesor nantinya dapat menjadi bahan evaluasi dan pengembangan universitas.
Sementara itu, Dekan Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan (FFIK), Apt. Azlaini Yuz Nasution, M.Farm dalam paparannya menyampaikan gambaran umum mengenai perkembangan dan arah pengembangan fakultas serta Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis.
Paparan tersebut mencakup aspek tata kelola, sumber daya manusia, kurikulum, proses pembelajaran, sistem penjaminan mutu, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kerja sama, sarana dan prasarana, serta capaian dan luaran program studi.
Apt. Azlaini menjelaskan bahwa FFIK berkomitmen mengembangkan pendidikan bidang kesehatan yang berorientasi pada kompetensi dan kebutuhan dunia kerja.
“Pengembangan program studi diarahkan agar lulusan tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga memiliki nilai-nilai Rabbani, Amanah, Beradab, memiliki integritas, etika profesi, kemampuan komunikasi, kemampuan analitis, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi kesehatan,” jelasnya.
Azlaini menambahkan bahwa fakultas secara berkelanjutan melakukan penguatan terhadap kualitas dosen dan tenaga kependidikan, pengembangan fasilitas pembelajaran, peningkatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta perluasan kerja sama dengan berbagai mitra. Menurutnya, keberadaan Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis memiliki posisi strategis dalam mendukung kebutuhan tenaga kesehatan yang kompeten, khususnya di bidang pelayanan laboratorium medis.
Selama empat hari pelaksanaan asesmen, Tim Asesor LAM-PTKes melakukan berbagai tahapan verifikasi dan klarifikasi. Kegiatan tidak hanya dilakukan melalui pemeriksaan dokumen, tetapi juga melalui wawancara dengan pimpinan universitas, pimpinan fakultas, pengelola program studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta pihak terkait lainnya sesuai kebutuhan asesmen.
Sumber : univrab.ac.id
