Seminar kemudian dibuka secara resmi melalui sambutan dari Dekan Fakultas Psikologi, Sosial, dan Politik, Bapak Kenepri, S.IP., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan mengenai kebencanaan, khususnya dalam aspek psikologis. Menurut beliau, mahasiswa psikologi memiliki peran strategis dalam memberikan dukungan mental dan psikososial kepada masyarakat yang terdampak bencana.
Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Wakil Dekan Fakultas Psikologi, Sosial, dan Politik, Ketua Program Studi Psikologi, beserta Sekretaris Program Studi Psikologi, yang memberikan dukungan penuh terhadap terselenggaranya seminar sebagai bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa.
Pada sesi penyampaian materi, Ns. Rony Saputra, S.Kep., M.Kes. menjelaskan bahwa kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana tidak hanya berkaitan dengan kesiapan fisik, tetapi juga kesiapan mental dan ketahanan psikologis. Beliau menyampaikan bahwa relawan memiliki peran penting dalam membantu korban sebelum bantuan utama tiba, mempercepat proses evakuasi, meringankan beban tenaga profesional, mendukung pemulihan masyarakat pascabencana, serta menumbuhkan kepedulian dan solidaritas sosial.
Lebih lanjut, beliau memaparkan berbagai fungsi relawan dalam penanggulangan bencana, seperti membantu proses evakuasi korban, menyalurkan bantuan logistik, memberikan informasi kepada masyarakat, mendukung pelayanan kesehatan dan kebutuhan dasar, hingga memberikan dukungan psikososial kepada para penyintas. Khusus bagi mahasiswa psikologi, beliau menekankan pentingnya peran relawan psikologi dalam memberikan Psychological First Aid (PFA) atau pertolongan pertama psikologis, mendampingi anak-anak melalui kegiatan bermain, menjadi pendengar yang baik bagi penyintas, mengidentifikasi individu yang membutuhkan bantuan lanjutan, serta memberikan edukasi mengenai cara mengelola stres setelah bencana.
Selain itu, narasumber juga menjelaskan bekal yang harus dimiliki sebelum menjadi relawan, baik dari aspek fisik maupun psikologis. Seorang relawan diharapkan memiliki kondisi fisik yang sehat, mampu bekerja sama dalam tim, mengendalikan emosi, berempati tanpa menghakimi, serta mampu beradaptasi dengan situasi darurat. Beliau juga mengingatkan pentingnya memahami langkah-langkah pertolongan pertama, mulai dari memastikan lokasi aman, menenangkan korban, memeriksa kondisi korban, memberikan pertolongan sesuai kompetensi, hingga segera menghubungi tenaga medis apabila diperlukan.
Suasana seminar berlangsung interaktif pada sesi tanya jawab dan diskusi. Mahasiswa aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait peran relawan psikologi, penerapan Psychological First Aid di lapangan, serta tantangan yang dihadapi saat mendampingi penyintas bencana. Diskusi tersebut memberikan wawasan baru sekaligus memperkaya pemahaman peserta mengenai pentingnya kesiapsiagaan mental dalam menghadapi situasi darurat.
Sebagai penutup, panitia menyerahkan sertifikat kepada narasumber sebagai bentuk apresiasi atas ilmu dan pengalaman yang telah dibagikan. Acara kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama antara narasumber, pimpinan fakultas, dosen, panitia, dan seluruh peserta seminar.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menghasilkan calon relawan dari mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Abdurrab yang dapat terlibat langsung dalam penanganan bencana. Berkat kerja sama seluruh panitia, narasumber, dosen, dan peserta, rangkaian Seminar Kebencanaan ini dapat terlaksana dengan lancar, sukses, dan penuh antusiasme.
Sumber : univrab.ac.id