Universitas Abdurrab sebagai salah satu anggota AFKSI diwakili oleh Dekan Fakultas Kedokteran, dr. Nur Afrainin Syah, M.Med.Ed., Ph.D., Sp.KKLP., Subsp. FOMC bersama Wakil Rektor IV Bidang Humas, Kerja Sama Nasional dan Internasional, Dr. dr. Syamsul Bahri Rivai, Sp.OG, yang juga sebagai pengurus besar AFKSI turut mengikuti seluruh rangkaian kegiatan bersama para dekan dan pimpinan fakultas kedokteran swasta dari berbagai wilayah di Indonesia.
Mengusung tema 'Transformasi dan Kolaborasi Fakultas Kedokteran Swasta dalam Penguatan Tridarma Perguruan Tinggi untuk Mewujudkan Institusi yang Unggul, Berdampak, dan Berkelanjutan,' forum ini membahas berbagai isu strategis terkait pengembangan pendidikan kedokteran, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan riset dan inovasi, serta perluasan jejaring kerja sama antar institusi pendidikan tinggi.
Kegiatan Forum Dekan AFKSI Tahun 2026 secara resmi dibuka oleh Ketua Pengurus Besar Asosiasi Fakultas Kedokteran Swasta Indonesia (AFKSI), Dr. dr. Nasrudin AM, Sp.OG(K), M.Sc., yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI). Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa fakultas kedokteran swasta memiliki peran yang semakin strategis dalam menghasilkan sumber daya manusia kesehatan yang berkualitas, inovatif, serta mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan nasional maupun global. Menurutnya, kolaborasi antarinstitusi menjadi kunci dalam meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta tata kelola fakultas kedokteran yang berdaya saing.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Plenary Session yang menghadirkan Prof. Dr. med. dr. Tri Hanggono Achmad selaku Staf Ahli Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia sebagai keynote speaker. Sesi ilmiah dipandu oleh Prof. Dr. dr. Suryani, M.Kes., Sp.GK(K) selaku Ketua Dewan Pakar AFKSI sekaligus Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar. Dalam paparannya, Prof. Tri Hanggono Achmad menekankan pentingnya transformasi pendidikan kedokteran yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, digitalisasi, kecerdasan buatan (artificial intelligence), serta kebutuhan sistem kesehatan nasional guna menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi global tanpa meninggalkan nilai-nilai profesionalisme dan kebangsaan.
Pada sesi organisasi, forum dilanjutkan dengan penyampaian laporan program kerja dari masing-masing bidang kepengurusan AFKSI, meliputi Bidang I, Bidang II, Bidang III, dan Bidang IV, sebagai bentuk evaluasi terhadap pelaksanaan program organisasi sekaligus penyusunan arah kebijakan AFKSI ke depan. Dalam kesempatan tersebut, Dr. dr. Syamsul Bahri Rivai, Sp.OG, Wakil Rektor IV Bidang Humas, Kerja Sama Nasional dan Internasional Universitas Abdurrab, yang merupakan pengurus Bidang IV Organisasi, Hukum, dan Advokasi AFKSI, menyampaikan laporan perkembangan program kerja bidangnya. Laporan tersebut mencakup penguatan tata kelola organisasi, aspek hukum kelembagaan, serta advokasi terhadap berbagai kebijakan yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan kedokteran swasta di Indonesia.